Sisi lain dari pemasteran burung cucakrawa

Irama lagu yang dimiliki burung cucakrawa memegang peranan penting dalam penilaian lomba burung Cucakrawa. Sebab, kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung cucakrawa janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain :

  1. Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan suara burung cucakrawa. Ketidaksesuaian suara master dengan cucakrawa akan menyebabkan lagu menjadi fals dan tidak enak didengar.
  2. Mengikuti trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat, divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
  3. Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu mewah bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Pemasteran idealnya sejak dini.

Pemasteran idealnya sejak dini.

Banyak metode dan cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Banyak pula mitos-mitos yang berkembang dan keliru dalam praktik d ilapangan. Salah satu mitos aneh yang berkembang adalah, burung yang akan dimaster harus melihat burung masternya, agar burung yang dimaster bisa menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master.

Mitos lainnya adalah proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu (mabung). Sebenarnya pemasteran bisa dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu burung dalam kondisi mabung. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form, pun juga dapat dilakukan pemasteran.

Tetapim memaster burung saat mabung juga baik. Sebab, pada saat mabung, burung lebih sering diam dan jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung lebih sering menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara di sekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan pememasteran cucakrawa adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan dimaster. Satu lagi yang tak kalah penting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (feedback) kepada cucakrawa tersebut, agar irama lagu yang sudah terekam tidak hilang atau rusak.

Banyak wacana dan opini keliru yang berkembang mengenai jenis-jenis suara burung cucakrawa, tapi tidak satupun dapat dibuktikan secara ilmiah. Terutama untuk suara ropel. Sebab, terbukti anakan hasil breeding pasangan cucakrawa yang bersuara popel pun belum tentu akan bersuara ropel seperti kedua indukannya.

Sebaliknya, indukan yang engkel atau lebih dikenal bersuara tunggal juga belum tentu menghasilkan anakan yang bersuara engkel. Melalui pemasteran yang baik, anakan dari indukan engkel pun bisa bersuara ropel. Hal ini sudah sering dan banyak terjadi.

Fakta ini membuktikan kalau suara ropel yang dihasilkan cucakrawa merupakan dampak dari proses pemasteran selama burung tumbuh besar. Kedua indukan ropel akan mewariskan suara ropel kepada anak-anaknya, apabila sejak menetas dan tumbuh besar anakan tersebut sering mendengar suara ropel dari kedua indukannya tersebut. Inilah pentingnya arti proses pemasteran bagi burung cucakrawa.

Burung cucakrawa memiliki tingkat intelektual yang standar, berbeda dari burung-burung keluarga Turdidae yang dikenal lebih cerdas. Tetapi dengan metode dan tahapan-tahapan pemasteran secara tepat, proses pemasteran burung bucakrawa sangat mudah dilakukan.

Perlu diingat, proses memaster sama dengan proses indoktrinasi. Makin sering didengarkan, burung pun akan lebih mudah merekamnya dalam memori, kemudian menirukannya saat berkicau. Sangat alamiah.

Mungkin timbul pertanyaan: bagaimana, kapan, dan usia berapa cucakrawa harus dimaster?  Hampir semua burung berkicau dapat dimaster dengan suara yang kita inginkan, tetapi jika proses memaster dilakukan sejak usia dini, maka hasilnya akan lebih optimal. Sebab memori burung pada usia dini itu masih kosong, sehingga sangatlah mudah untuk mendoktrinnya.

Tetapi kita juga dapat memaster dan merubah suara dari burung yang telah berumur dewasa. Hanya saja, harus melalui metode dan tahapan-tahapan yang benar.

Semoga bermanfaat.

Sumber: smartmastering.com

Shortlink:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>