Merawat cucakrawa bermasalah

Ada tiga permasalahan yang kerap dihadapi para CR Mania terhadap burung kesayangannya, terkait dengan perawatan burung. Ketiga problem tersebut adalah cucakrawa mengalami over birahi (OB), mental drop, dan mabung atau ganti bulu.

Karena problem dan faktor yang menyebabkan berbeda, maka perawatan untuk burung bermasalah itu juga berbeda-beda.

Mengatasi cucakrawa over birahi

  • Kurang porsi pemberian jangkrik, sehingga cukup 2 ekor pagi dan 2 ekor sore hari.
  • Selama 3 hari berturut-turut, berikan 2 ekor ulat bambu / hari.
  • Frekuensi mandi bisa dipersering, misalnya pagi, siang, dan sore. Biasanya birahinya akan berkurang jika kondisi tubuhnya sejuk oleh air.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit / hari.

Mengatasi cucakrawa drop mental

cucakrawa-bermasalah2Drop mental biasanya disebabkan setelah burung kelelahan habis berlomba, bertemu dengan lawan-lawan yang bersuara bagus. Karena di alam bebas cucakrawa juga mengenal sistem wilayah teritori / kekuasaan, dan itu selalu identik dengan kicauan, maka burung yang drop di arena lomba merasa seperti wilayahnya dikuasai burung lain.

Berikut ini cara mengatasi cucakrawa yang mengalami drop mental:

  • Burung segera diisolasi, atau dijauhkan dari sesama cucakrawa maupun burung lain.
  • Pindahkan sangkar ke tempat yang tenang, dan diusahakan sedemikian rupa sehingga cucakrowo yang sedang drop mental tidak melihat atau mendengar suara cucakrawa lainnya.
  • Tingkatkan porsi pemberian jangkrik menjadi 8 ekor pagi dan 4 ekor sore hari.
  • Tingkatkan porsi pemberian kroto menjadi 3x seminggu.
  • Mandi dikurangi menjadi 2 hari sekali saja.
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam / hari.
  • Berikan multivitamin (BirdVit) dan multimineral (BirdMineral) setiap hari.

Perawatan cucakrawa selama mabung

Mabung (molting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarha burung. Perawatan cucakrawa selama perlu mendapat perhatian lebih serius, karena salah penanganan bisa membuat bulu rusak, bahkan mengubah performa suaranya.

Pada masa mabung, metabolisme tubuh cucakrawa meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh sebab itu, burung butuh asupan nutrisi berkualitas, dan dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.

Usahakan tidak mempertemukannya dengan sesama cucakrawa, karena akan membuat proses mabungnya terganggu.

Berikut ini perawatan cucakrawa selama mabung :

  • Pindahkan burung di tempat sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya sangkar dikerodong saja.
  • Mandi cukup 1x seminggu,dan penjemuran maksimal 30 menit / hari.
  • Porsi pemberian EF ditingkatkan, karena diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan bulu-bulu baru. Misalnya: setelan kangkrik dibuat 10 ekor pagi dan 6 ekor sore, kroto 1 sendok makan setiap pagi dan ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan multivitamin dan multi mineral berkualitas 2x seminggu.
  • Perbanyak pemberian pepaya, karena buah ini mudah dicerna sehingga dapat melancarkan proses metabolisme tubuh burung.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, dengan menyesuaikan antara karakter dan tipe suara cucakrawa dan suara burung master.

Semoga bermanfaat.

Shortlink:

3 Responses to Merawat cucakrawa bermasalah

  1. Salam Kicau Mania…

    Selamat siang om, saya penggemar burung cucok rowo, saya baru beli sepasang buru cucok rowo dari kandang besar lalu saya pindah ke kandang gantung, pertanyaannya adalah :

    1. Skrg kondisi burung masih geladak, saya sudah mandikan sampai basah kuyup selama 1 minggu berturut-turut tapi burung masih belum hilang geladaknya, bagaimana cara mengatasinya agar burung bisa jinak?

    2. Burung belum mau bunyi padahal sebelum saya membeli saya mendengar sendiri suara burung tersebut kencang dikandang besar (itulah yang membuat saya tertarik membelinya)

    Mohon masukan dan arahan agar burung tidak lagi geladag dan rajin berbunyi, Tksh

    Salam,
    Achmad N

    • Salam kicau mania,

      Coba sy menjawab pertanyaan Bp. Achmad N

      1. Apakah CR pasangan tsb hasil tangkaran atau CR hutan Asli? Apabila hasil tangakaran akan lebih mudah utk menjinakannya tetapi jika hasil tangkapan hutan akan sulit krn karakternya sdh terbentuk oleh alam. Apkh lebih baik CR itu yg geladak om? Krn dengan begitu kicauannya semakain lepas dan lantang…

      2. Memang jika CR dilepas di kndg besar akan segera berkicau krn alam kndg besar akan berbeda jauh dg kndg gantung. Makanya perlu adaptasi yg tdk sebentar di kndg gantung disamping perawatan (adaptasi terhadap manusia).

      3. Lngkah om Achmad sdh benar dg memandikan sampai basah kuyup tetapi harus hati2 om jgn kena kuping. Lagipula memandikan harus dengan kasih sayang juga om biar brg cepat beradaptasi dg manusia tdk bs asal semprot aja… Mungkin kesabaran om yg harus di tambah. Waktu 1 minggu belum ada artinya buat CR. Tapi nyakinlah om bahwa burung itu pasti akan luluh juga dg kesabaran kita… Dibarengi dengan kicauannya yg merdu..
      Semoga berguna tulisan ini. Mksh…..

  2. Salam Kicau,
    Burung cucakrawa saya, tiba-tiba nyucuki kakinya sendiri sampai berdarah.
    Burung tersebut sangat jinak, karena dipelihara dari kecil.
    Tadi pagi saya pegang dan dia diam saja, kakinya berdarah-darah, saya beri betadin dan kandangnya dibersihkan & diberi disinfectan selama saya mengobati kakinya.
    Saya juga beri vitamin yg biasa saya oles di jangkrik (2 jangkrik).
    Setelah kembali ke kandang, dia tidak kelabakan, dia langsung makan pisang dengan cepat & banyak lebih banyak dari biasanya.
    setelah itu dia mulai cucki kakinya lagi, sehingga saya kerodong lagi & dia mulai agak tenang.
    Kira-kira kenapa ya burung cucakrawa saya?
    Mohon saran dari Om kicau.
    Terimakasih,
    Jimmy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>