Beda CR albino dan blorok

Belakangan ini ramai dikabarkan di sebuah tabloid dan website mengenai  cucakrawa albino. Artikel ini kemudian diulas panjang lebar di omkicau.com, dengan judul Meluruskan pemahaman tentang cucakrawa albino. Sang penulis menyoroti gambar cucakrawa yang diklaim albino, tetapi sebenarnya keliru besar. Yang benar adalah cucakrawa blorok.

Berikut ini beberapa gambar burung cucakrawa “albino” yang diambil dari sebuah tabloid dan website, tetapi dari penangkar yang sama.

cucakrowo-albino1

Untuk mengkritisi gambar dan publikasi cucakrowo tersebut, kita mesti kembali ke pengertian dasar tentang albino. Apa sih yang dimaksud albino? Berikut intisari pemahaman mengenai albino :

  • Albino adalah kelainan genetik akibat perpaduan gen-gen resesif dari orangtuanya, yang menyebabkan individu burung (juga manusia dan binatang mammalia) kehilangan pigmen melanin pada mata, kulit, bulu, kuku, dan paruhnya.
  • Kehilangan pigmen melanin itulah yang membuat warna bola mata, iris mata, kulit, bulu, kuku, dan paruh pada burung tidak muncul. Akibatnya, burung albino akan memiliki bulu dan beberapa bagian tubuhnya yang terlihat putih susu atau putih pucat. Adapun iris matanya merah muda atau biru, dengan pupil merah.

Contoh bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

BURUNG ALBINO: Kehilangan pigmen melanin membuat warna tidak muncul.

BURUNG ALBINO: Kehilangan pigmen melanin membuat warna tidak muncul.

Kalau mau gambar yang lebih dahsyat lagi, silakan lihat burung merak albino berikut ini:

Burung Merak Albino

Burung Merak Albino

 

Dalam artikel Misteri murai batu blorok juga sudah dijelaskan tentang pigmen melanin, yang bertanggung jawab atas warna hitam, merah-cokelat, cokelat, dan kuning tua. Bukankah semua warna ini juga dijumpai pada burung cucakrawa yang diklaim albino tersebut? Ketika pigmen melanin hilang seluruhnya, maka burung disebut mengalami albino.

Dalam beberapa kasus, seperti murai batu blorok, burung tidak kehilangan pigmen melanin secara total, tetapi kekurangan pigmen, atau kehilangan sebagian pigmennya, alias mengalami depigmentasi. Karena hanya mengalami depigmentasi, maka yang terjadi adalah perubahan warna bulu di beberapa bagian tubuhnya saja.

Berbeda dari kehilangan pigmen melanin, maka yang terjadi adalah perubahan warna bulu secara total, alias tidak memiliki warna, alias putih, alias albino. Jadi, cucakrawa yang diklaim albino sebenarnya lebih tepat jika dikelompokkan sebagai cucakrawa blorok.

Apalagi dalam gambar terlihat ketika berumur dua bulan saja bulunya tetap memiliki warna, cokelat muda di sebagian besar bulunya. Kemudian ketika berumur 6 bulan, warna cokelat dan hitam muncul di sana-sini. Artinya, pigmen melanin jelas masih ada, meski tidak maksimal sehingga tidak memunculkan warna seperti  cucakrawa pada umumnya. Lihat gambar cucakrawa yang diklaim albino (kali ini dipotret dari atas sangkar):

Cucakrawa albino

Masih banyak warna gelap yang muncul, warna yang menjadi tanggung jawab pigmen melanin. Jadi, sekali lagi, itu cucakrawa blorok, jauh dari cucakrawa albino.

Sekadar perbandingan, cucakrawa atau Pycnonotus zeylanicus memiliki saudara dekat bernama trucukan (Pycnonotus goiavier). Dari blog tetangga, ada gambar trucukan albino. Ini baru yang dinamakan albino.

Burung Trucukan Albino

Burung Trucukan Albino

Pada beberapa jenis burung, khususnya burung paruh bengkok (parrot) seperti lovebird, palek (cockatiel), nuri, dan sejenisnya, para penangkar justru berlomba-lomba mencetak burung albino, dengan menggunakan kombinasi induk jantan dan induk betina tertentu.

Cantiknya Lovebird Albino

Cantiknya Lovebird Albino

Galeri burung albino

Kalau masih belum jelas, berikut ini sekumpulan gambar burung albino, yang ternyata cantik juga dilihat :

burung-albino2

Cendet Albino

Cendet Albino

Burung gereja albino

Burung gereja albino

Kacer Albino

Kacer Albino

Semoga bisa menjadi pengetahuan kita bersama. Bagi pemilik cucakrowo blorok, semoga semua ini karena ketidaktahuan kita saja. Anda tetap bisa menjualnya dengan harga tinggi. Sebab, bagaimana pun, cucakrowo blorok masih merupakan barang langka di negeri ini. Cuma, promosinya mesti diganti dengan label yang lebih benar: cucakrowo blorok. Semoga bermanfaat.

  • Sumber: omkicau.com
  • Penulis : Dudung Abdul Muslim
  • Judul asli:  Meluruskan pemahaman tentang cucakrowo albino).

Shortlink:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>